dailycoffeenews.id – Pernah melihat secangkir kopi dengan gambar hati, tulip, atau rosetta yang cantik di cafe lalu berpikir, “Gimana sih cara bikinnya?” Tenang, ternyata cara membuat latte art tidak sesulit yang dibayangkan, kok!
Banyak orang mengira latte art hanya bisa dibuat oleh barista profesional. Padahal, dengan teknik dasar yang benar, latihan rutin, dan tekstur susu yang pas, kamu juga bisa membuat latte art estetik langsung dari rumah. Menariknya lagi, kemampuan ini bisa bikin pengalaman ngopi jadi lebih seru dan terasa premium!
Apalagi sekarang tren kopi susu dan specialty coffee semakin populer. Latte art bukan cuma soal tampilan, tapi juga menunjukkan kualitas espresso dan tekstur milk foam yang digunakan. Jadi, kalau hasil latte art kamu mulai rapi, itu tandanya skill membuat kopi juga ikut berkembang!
Apa Itu Latte Art?
Latte art adalah seni menuang susu steamed milk ke atas espresso hingga membentuk pola tertentu yang cantik dan estetik. Biasanya pola yang paling sering dibuat oleh barista adalah heart, tulip, dan rosetta. Dalam dunia kopi modern, latte art bukan hanya menjadi hiasan di atas minuman, tetapi juga dianggap sebagai simbol kualitas penyajian kopi dan kemampuan seorang barista dalam mengolah espresso serta tekstur susu.
Teknik ini populer di dunia Latte karena mampu memberikan tampilan kopi yang lebih menarik, elegan, dan profesional. Tidak heran kalau banyak coffee shop dan cafe specialty menjadikan latte art sebagai salah satu daya tarik utama mereka. Bahkan, banyak pelanggan yang merasa pengalaman ngopi jadi lebih menyenangkan ketika mendapatkan secangkir latte dengan desain yang cantik dan rapi.
Namun sebenarnya, inti dari latte art bukan hanya soal gambar yang indah. Ada kombinasi teknik, konsistensi, dan kontrol tangan yang harus dilatih secara terus-menerus. Kunci utama latte art biasanya ada pada:
- Espresso yang stabil dan memiliki crema tebal
- Microfoam susu yang halus dan creamy
- Teknik pouring yang konsisten
- Posisi tangan saat menuang susu
- Kecepatan aliran susu yang seimbang
- Tekstur susu yang menyatu sempurna dengan espresso
Alat yang Dibutuhkan untuk Membuat Latte Art
Sebelum Cara Membuat Latte Art, pastikan kamu sudah menyiapkan beberapa alat berikut agar proses membuat kopi menjadi lebih mudah dan hasil latte art terlihat maksimal seperti di cafe.
1. Mesin Espresso

Mesin espresso membantu menghasilkan crema yang tebal dan stabil. Crema ini sangat penting karena menjadi “kanvas” utama untuk membentuk pola latte art. Semakin bagus crema espresso, biasanya pola latte art juga akan terlihat lebih jelas dan kontras.
2. Milk Pitcher

Gunakan pitcher stainless steel dengan ujung lancip agar pouring lebih mudah dikontrol. Bentuk pitcher juga sangat mempengaruhi aliran susu saat membuat pola heart, tulip, atau rosetta.
3. Susu Fresh Milk

Fresh milk full cream biasanya lebih mudah menghasilkan foam creamy dibanding susu rendah lemak. Selain lebih mudah dibentuk, tekstur susunya juga terasa lebih lembut dan smooth saat diminum.
4. Kopi Espresso

Gunakan biji kopi yang fresh roast agar crema lebih stabil dan aroma kopi terasa lebih kuat. Espresso yang baik akan membuat warna latte art terlihat lebih cantik dan tidak mudah pecah.
Kalau kamu ingin memahami lebih jauh soal dunia kopi dan teknik espresso, kamu juga bisa membaca artikel terkait seperti:
- Panduan memilih biji kopi untuk latte
- Cara membuat espresso yang creamy
- Perbedaan cappuccino dan latte
- Teknik steaming susu untuk pemula
- Cara membuat kopi ala cafe di rumah
Cara Membuat Latte Art untuk Pemula
Nah, sekarang masuk ke tahap yang paling ditunggu-tunggu! Kalau kamu masih pemula, jangan takut gagal, ya. Latte art memang membutuhkan latihan rutin dan muscle memory agar gerakan tangan menjadi lebih konsisten.
1. Buat Espresso Terlebih Dahulu
Cara Membuat Latte Art yang pertama adalah dengan Ekstrak espresso sekitar 25–30 detik hingga menghasilkan crema berwarna coklat keemasan. Crema yang bagus akan membantu pola latte art muncul lebih jelas dan detail.
Kalau espresso terlalu encer, terlalu pahit, atau crema terlalu tipis, hasil latte art biasanya jadi kurang maksimal dan pola akan sulit terbentuk.
2. Steam Susu Sampai Menjadi Microfoam
Ini bagian paling penting dalam proses Cara Membuat Latte Art!
Tujuan steaming bukan membuat busa tebal seperti cappuccino jadul, melainkan menghasilkan microfoam yang:
- Halus
- Glossy
- Creamy
- Tidak berbusa besar
- Mudah menyatu dengan espresso
Tips steaming susu:
- Posisi steam wand sedikit miring
- Dengarkan suara “ssshhh” halus
- Jangan terlalu lama memasukkan udara
- Putar susu hingga membentuk vortex
- Hindari gelembung besar pada susu
Tekstur susu yang ideal biasanya terlihat seperti cat putih mengkilap. Kalau foam terlalu tebal atau berbusa besar, latte art akan sulit terbentuk dan hasil pouring terlihat kasar atau pecah.
Tips Agar Latte Art Terlihat Lebih Profesional
Kalau ingin hasil kopi ala coffee shop modern dengan tampilan latte art yang lebih rapi dan estetik, coba beberapa tips berikut ini agar kemampuan pouring kamu semakin berkembang:
- Gunakan cup yang lebih lebar agar pola latte art memiliki ruang lebih luas
- Pakai fresh milk dingin supaya tekstur microfoam lebih stabil
- Bersihkan steam wand setiap selesai dipakai agar kualitas susu tetap terjaga
- Latihan pouring setiap hari untuk melatih muscle memory tangan
- Rekam gerakan tangan untuk evaluasi teknik pouring
- Gunakan pitcher dengan ujung lancip agar aliran susu lebih presisi
- Pastikan crema espresso tetap stabil sebelum menuang susu
- Jangan menuang terlalu cepat agar pola tidak pecah
- Fokus pada konsistensi tekstur susu sebelum belajar pola yang rumit
Banyak barista bahkan berlatih menggunakan air dan sabun cuci piring untuk melatih tekstur foam sebelum memakai susu asli. Cara ini cukup populer karena lebih hemat dan membantu memahami teknik vortex saat steaming. Kreatif juga, ya?
Baca juga: Natural Process Kopi: Kenapa Rasanya Bisa Fruity dan Manis?
Saatnya Coba Latte Art Sendiri di Rumah!
Belajar cara membuat latte art memang membutuhkan latihan dan kesabaran. Namun, justru di situlah letak serunya! Dari yang awalnya hanya menghasilkan pola acak, lama-lama tangan akan mulai terbiasa membuat heart, tulip, hingga rosetta yang estetik ala barista cafe.
Yang paling penting, jangan takut gagal saat mencoba. Semakin sering latihan steaming susu dan pouring espresso, hasil latte art biasanya akan semakin rapi, creamy, dan profesional. Selain membuat tampilan kopi jadi lebih menarik, skill ini juga bisa membuat pengalaman ngopi di rumah terasa jauh lebih menyenangkan dan premium!
Punya Pertanyaan Seputar Dunia Kopi? Hubungi Kami!
Untuk informasi lebih lanjut, produk, kritik, maupun saran seputar kopi dan latte art, silakan hubungi kami melalui WhatsApp. Tim kami siap membantu dan berbagi informasi menarik seputar dunia kopi untuk kamu para coffee lovers!








